Denpasar (5/2), Badan Pusat Statistik Provinsi Bali merilis Berita Resmi Statistik mengenai indikator strategis, yaitu: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025, Profil Kemiskinan September 2025, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk September 2025, dan Keadaan Ketenagakerjaan November 2025 di Provinsi Bali.
Ekonomi Bali sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,82 persen (c-to-c), lebih cepat dibandingkan tahun 2023 dan 2024. Dari sisi lapangan usaha, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh paling tinggi sebesar 10,99 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebagai kontributor terbesar dengan pertumbuhan 10,25 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 8,22 persen. Sementara itu, Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebagai penyumbang terbesar, tumbuh 5,47 persen sepanjang tahun 2025.
Persentase penduduk miskin turun menjadi 3,42 persen pada September 2025 atau sekitar 160,09 ribu orang. Meskipun demikian, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) tercatat meningkat menjadi 0,579 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat menjadi 0,134.
Kondisi ketimpangan pengeluaran penduduk Bali mengalami tren positif yang ditandai dengan menurunnya angka Gini Rasio sebesar 0,020 poin pada September 2025 menjadi 0,333. Penurunan Gini Rasio tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, tetapi juga perdesaan masing-masing menjadi sebesar 0,338 dan 0,269.
Kondisi ketenagakerjaan Bali pada November 2025 menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 1,45 persen dan proporsi pekerja penuh naik hingga 78,22 persen yang menandakan membaiknya situasi ketenagakerjaan di Provinsi Bali.
Data selengkapnya dapat diakses di Berita Resmi Statistik di web http://bali.bps.go.id (tanpa dipungut biaya).